Hey, another 'Hoga alumni' are tying the knot! :)

February 28, 2012

[Review] Kantarana Project

Filed under: Photography, Wedding — missnzl @ 3:47 pm

Akhirnya Mas Joko Siswanto dari Kantarana Project Photography ngirimin juga raw pictures akad nikah dan resepsi, yesss… after 4 frikkin months! Saya ngga tau apa emang wedding photos itu ribet bener ngeditnya (saking banyaknya kali ye?) makanya it takes bulanan for them to finish it. Ada yang punya pengalaman lebih cepat mungkin?

Note for brides-to-be out there: jangan lupa tanya ke photographer yang sudah dipilih, berapa lama komitmen mereka untuk menyelesaikan editan photo2 nikah & resepsi, kalau perlu jangan langsung bayar lunas sampai seluruh photo di deliver. Biarpun sepele tapi ini penting lho, gimana ngga, setiap pulang kerumah orang tua atau pas sowan kerumah om, pakdhe, tante, budhe, yang ditanya “mana foto2 nikahan kemarin? Apaaa??? Belom jadi juga????”

Anyways, sebenernya Kantarana Project ini photonya bagus-bagus. Cuma lamaaaaaaaaaaaaaa banget selesainya! Kita perlu bolak balik telpon, sms, tinggalin komen di FB dari yang ramah sampai yang emosi jiwa untuk dapetin those RAW pictures!!! Ck..ck..ck. You guys seriously need to do something about it kalau pengin maju, Jok. Kemarin ada temen yang minta referensi wedding photographer saya sampai ngga berani kasih karena takut kalau selesainya lama gini nanti kecewa. Kasian juga sih, mau cari duit jadi susah. Ayo doooong Kantarana Project, benerin service kalian ya! 🙂

Advertisements

December 27, 2011

[Review] Masjid At-Tin

Filed under: Venue — missnzl @ 8:02 pm

Generally speaking, kami senang menikah di Masjid At-Tin yang indah ini. Namun kalau ada satu hal yang bisa saya kritisi tentang Masjid ini hanyalah pengurusnya yang tidak delivering their promise untuk tenda selasar / walkway marquees.

Seperti yang pembaca ketahui *sah elah*, saya pernah menulis bahwasanya saya ingin pada hari pernikahan saya, berdiri sebuah tenda indah in pastel colors like pale-yellow & pale-seafoam.

Di suatu siang nan panas, pergilah saya ke Masjid At-Tin untuk membayar pelunasan uang gedung, additional standing aircon, tenda selasar and God know’s what else. Kemudian Pak AM -petugas Masjid yang menjadi contact saya untuk urusan sewa gedung- meyodorkan sebuah katalog berisi potongan kain warna warni yang merupakan referensi warna untuk tenda selasar. Pada tau dooong…  katalog warna kain macam yang sering kita lihat di tukang jahit itu loooh. Saya pun kemudian bertanya pada Pak AM:

Me: Pak, warnanya pasti sama seperti yang di katalog ini kan?

AM: Tentu, Mbak. Makanya kita pakai referensi warna ini supaya ngga salah.

Me: Kalau gitu saya pilih warna No. xxx (pale yellow) dan No. yyy (pale seafoam) ini ya. Tolong pastikan ke vendornya jangan sampai salah ya Pak.

Pak AM pun mencatat nomer referensi warna yang saya pilih itu di computernya.

Tapi apa yang terjadi sodaraaa sodaraaaaaa??????????????

Tanggal 7 October malam (H-1) saya dan seluruh keluarga tiba di penginapan Padepokan Pencak Silat yang lokasinya persis disebelah Masjid At-Tin. Malam itu saya pun mengecek ke lokasi, untuk melihat persiapan dekorasi resepsi besok. Terkejut bukan kepalang saya melihat bahwa tenda yang berdiri tegak di selsar itu bukanlah berwarna pale yellow & pale seafom seperti yang saya pesan, melainkan broken white & blue -like ultramarine blue!! I stared at it and said to myself… what the hell is going on here?????????

Saya pun langsung menelepon Pak AM yang entah kenapa malam itu tidak mengangkat teleponnya meskipun saya mencoba berkali kali. Why whould I pay 3,500,000 untuk tenda yang warnanya tidak sesuai dengan pesanan saya??????

Pesan untuk calon pengantin diluar sana yang akan menikah di Masjd At-Tin dan memutuskan menyewa tenda selasar:

  1. You better cancel it, because they are unreliable and can put up wrong-colored marquees!
  2. Pesan tenda untuk selasar melalui vendor dekorasi kalian. Masjid At-Tin akan mengenakan biaya tambahan untuk ini -karena tidak pakai vendor mereka, tapi setidaknya ada kepastian dan jaminan untuk warna yang memang diinginkan.
  3. Jangan langsung bayar lunas. Kalau pun tetap memakai vendor tenda dari Masjid At-Tin, usahakan untuk bernegosiasi agar pelunasan tenda bisa dibayarkan seusai acara. Jadi kalau warna tidak sesuai keinginan, kita bisa kasih mereka penalti.
  4. Langsung bayar lunas dengan perjanjian di atas materai. Yang isinya: kalau warna tenda tidak sesuai, mereka harus mengembalikan uang tenda sebesar 50%. Now, i don’t know how powerful sebuah perjanjian dengan materai is. Tapi setidaknya bisa “mengingatkan” mereka supaya ngga over-promise and under-deliver!

I was sooo pissed off because of this. Kalau memang warna belum tentu akan persis sama dengan yang di katalog, bilang dong! Atau kalau their unreliable marquees vendor itu cuma punya warna merah, gold, biru, putih bilang juga dong biar para penyewa bisa manage their expectations!

Sekian pesan saya. Be bawel and critical asking! 😀

Officially a Mrs.!

Filed under: Wedding — missnzl @ 6:41 pm

Been ages tidak mengupdate blog ini. Yes, we’re legally married and I’m officially a wife now.

Dalam waktu dekat saya akan menulis review super-pedaaaasss tentang masing2 vendor yang saya gunakan:

  • Masjid At-Tin
  • Diamond Catering & Wedding Services
  • Tari Hartono Make Up Artist
  • Kantarana Project Photography
  • Batang Printing

It’s gonna be a harsh review, so stay tune!

I'm back and officially a Mrs.!

Wedding party is over. Married life adventures are ahead of us!

November 1, 2011

I simply love these pictures and everything about it :)

Filed under: Family, Lamaran — missnzl @ 8:03 pm

Wish Bang Wawan, Kai.. & Aira were here too...

 

And we wish Firman were here as well 🙂

Engagement – Stories Behind the Scenes (Part 2)

Filed under: Lamaran — missnzl @ 7:46 pm

One of the most fun part in preparing an engagement adalah nyiapin angsul angsul. Memang siiiih angsul angsul ini ngga se-esensial acara lamaran itu sendiri, but for me each one of those angsul angsul memiliki makna and they sort of “tell a story”, jiyeh.

Angsul angsul ngga perlu mahal, isinya bisa apa aja… yang penting diberikan dengan tulus sebagai simbol kasih sayang untuk segenap calon extended family kita yang baru.

Ini dia isi angsul angsul saya kemarin:

  • Fruits that are carefully picked and chosen from my favorite fruit store. Isinya -kalau ngga salah: anggur, jeruk, strawberry, kiwi, plum, apel.

Fruits

  • Telur asin asap, pesannya di Kupat Tahu Magelang AA. Menurut saya rasanya jauuuuh lebih enaaak dari telur asin biasa. And the first time I tasted it, I vowed to include them in one of my angsul angsul one day.

Telur Asin Asap

  • Various coffee and tea dari tanah air tercinta juga tanahnya penjajah :D. Ada Kopi Amungme Gold from Nemangkawi mountain Papua, kopi Sidikalang dari tanah leluhur aye, dan Ulee Kareng dari Aceh. Twinings tea: Darjeeling and Passion Fruit+Mango+Orange, plus Famos Amos the hand made cookies yang enaknya kebangetan itu untuk menemani ritual menyesap kopi dan teh.

 

  • Drief fruits & nuts: Pinapple, Apricots, Almond, Pistachio.

  • Tiramisu Cake
  • Ayam Panggang

angsul - angsul

 

Keranjang parcel bisa beli di Cikini, disana memang surganya keranjang parcel ya, harganya pun muraaaah sangat! In total saya cuma ngabisin less than 100,000 rupiah tuh. I also learned to make the gift bows by myself, bermodalkan 2 pita satin dengan warna berbeda dan YouTube!

Happy planning! Wish you a joyful engagement and blessed marriage 🙂

 

October 1, 2011

Engagement – Stories Behind the Scenes (Part 1)

Filed under: Lamaran — missnzl @ 10:57 am

Tanggal 10 September 2011 kemarin, aku dilamaaaar 🙂 . Acaranya cukup sederhana, no tenda segede alaihim in front of the house, no dress code, no hundreds of guests, cuma keluarga dekat saja.

Here’s some review yang siapa tau berguna buat silent readers yang akan segera dilamar!

Venue:

Umumnya lamaran dilakukan dirumah CPW. Biarpun rumah orang tua saya ini cukup mungil, berdiri di atas tanah 300 m2 tapi cukup nyaman dengan langit-langit yang tinggi, dan ruang tengah dengan konsep terbuka… anging mamiri pun bebas keluar masuk. Jadi alhamdulillah wa syukurillah bisa deh ananda putrinda kesayangan ayahanda dilamar dirumah.

Color Palletes & Décor Elements:

Pengennya sih mendekor rumah supaya punya theme warna2 yang cantik seperti ini:



Tapi karena ribetttt dan ngga sudi splurge too much money on décor maka Rawabelong adalah solusinya!! Saya pun membeli beberapa bunga disana dan hanya dengan sekian ratus ribu rupiah, rumahpun lumayan cantik! Dan wangi kembang sedap malam merebak disetiap sudut.

Saya beli bunga-bunga yang warnanya putih & hijau *lupa nama2nya -__-” … and of course lots of sedap malam!

Oh, how I love Pasar Rawabelong

What to wear:

Honestly saya kurang suka pakai kebaya, apalagi yang berbahan brokat, tapi karena baru jahit 3 kebaya di penjahit langganan keluarga (bahan2 sebagian hasil hunting di pameran Pekan Produk Kreatif Indonesia kemarin), and I love them all, jadilah saya putuskan memakai one of those kebayas. Sementara Mas Arief yang paling susah di ajak ribet cuma mau pakai batik yang available di lemarinya aja! Ok deeeeeh kakaaak -__-”

Catering:

Kalau di kampung ayah saya sana, setiap ada acara lamaran rumah udah pasti penuh dengan keluarga besar dan halaman belakang rumah berubah fungsi jadi dapur oemoem. Para wanita dan pria sibuk mengaduk kuali2 segede gambreng yang penuh dengan sayur mayur dan lauk pauk yang baunya mengundang liur.

Nah di era modern ini (emang sodara2 dikampung hidup di era flinstone apah??) agak susah melakukan praktek2 kebersamaan yg seru seperti itu, jadi demi alasan kepraktisan kita pesan catering dan pilihannya jatuh ke Resti Catering. Alasannya karena ngga semua caterer besar mau melayani order kecil dibawah 100 porsi, apalagi disaat weekend, dan Resti ini termasuk caterer dengan reputasi bagus, pernah jadi official catering penyelenggaraan 17 Agustus di Istana Negara jamannya Eyang Soeharto dulu, dan appointed catering untuk perayaan ulang tahun TMII yang keberapaaa gitu deh. *hmm… deket sama Orba nih*

Anyways, buffet menu yang saya pesan:

  • Nasi Putih
  • Nasi goreng
  • Sup Buntut
  • Ayam Kacang Mede Brokoli
  • Daging Balado Kering
  • Kakap Asam Manis
  • Sapo Tahu
  • Salad Bangkok
  • Buah2an: Semangka, Melon, Jeruk Sunkist
  • Puding Cocktail & Coklat
  • Juice Sirsak & Jambu

In general servicenya cukup memuaskan, saudara2 bilang makanannya enak & displaynya juga menarik.

Next: Angsul – Angsul Lamaran, which happened to be my most favorite part in preparing a lamaran 🙂

*yup, saya emang seneng ngurusin non essential things!* 😀

September 18, 2011

Officially engaged!

Filed under: Lamaran, Wedding — missnzl @ 8:57 am

Alhamdulillah 🙂

one more step ̶d̶o̶w̶n̶ ̶t̶h̶e̶ ̶a̶i̶s̶l̶e̶ to ijab kabul!

August 15, 2011

The woman from whom he learned to build his words, thoughts and deeds.

Filed under: You know that feeling... — missnzl @ 2:15 pm

Dear future Mother-in-Law,

Thank you for the wonderful son you brought into this world 32 years ago.

Later in life whenever you stay at our house, I will always have your room ready, your towels, your breakfast, everything —even if you don’t ask for it.

I will try my best.. to do all the right things 😉

:: Your son and i love you ::

August 5, 2011

Pesan Kartu Undangan

Filed under: Invitation — Tags: — missnzl @ 12:18 pm

Setelah browsing sana sini dan nelponin beberapa vendor kartu undangan I decided to give “Batang Printing” a go. Alasannya: they’re cheap, captaaaiiin! daaan… denger2 review orang sih service & quality-nya not bad. Bayar mahal2 untuk selembar kartu undangan yang ujung2nya akan berakhir di trash bin is the last thing I need.

Di suatu Sabtu yang cerah pergilah saya dan Mas Arief ke daerah Tebet setelah sarapan semangkuk mie instan, sepiring pisang bakar, dan secangkir kopi Toraja disebuah kedai kopi di jalan Sabang. Batang Printing ini lokasinya di Pasar Tebet Barat. Lt. Basement, Blok BKS No.12, Tebet. Kalau di google sih langsung muncul sekitar 1,090,000 hasil in less than a second saking ngetopnya.

Di counternya Batang Printing yang nyempil dan imut itu kita ketemu dengan SPB-nya, Mas Birin. Ngga pake basa basi lantaran suhu di basement Pasar Tebet itu sumuk sangat, saya langsung ngeluarin undangan ini dan nanya: “Kalau mau pesan undangan seperti ini, berapa harganya Mas?”. Mas Birin pun menjelaskan bahwa mereka ngga punya kertas yang 100% sama dengan contoh undangan yang saya bawa, tapi mirip2 sih ada… setelah saya lihat beberapa pilihan, rasanya saya seneng sama type kertas yang namanya “Holly White”. Mas Birin pun memberikan harga Rp. 6000,- / undangan. Dengan catatan pinggirannya ngga bisa berwarna putih seperti yang di contoh, karena itu mungkin board-nya imported yada..yada..yada, saya bilang “ok, ngga masalah”.

Sebelumnya saya sudah menghubungi vendor dimana contoh undangan itu dibuat, harganya beberapa kali lipat dari yang di quote Mas Birin and honestly masih make sense for an invitation with such quality, tapiii karena saya dan Mas Arief perlu mengencangkan ikat pinggang supaya nggak menggelandang dan tidur di pinggir jalan pas honeymoon nanti 😀 I said “I will opt for a cheaper vendor in this case”.

Karena udangan itu hanya 1 lembar, saya maunya yang sederhana saja, ngga pakai puisi2 model: “menyatukan dua hati yang terpisah dalam satu ikatan suci”, it’s just not my thing. Saya juga memilih untuk ngga mengutip ayat-ayat Al-Qur’an karena nantinya lembar-lembar undangan ini akan berakhir di pembuangan. Pastinya cuma gw doang deh yang bakal nyimpen (kalo perlu dipasangin pigura) untuk kenang-kenangan milestone hidup :).

Sadar diri bahwa saya tidak terlalu kreatif dalam hal menyusun kata2 formal namun tetap rendah hati hehe… jadi lah Mas Arief yang bertugas membuat draft kata2 yang akan kita gunakan didalam undangan. And I like what he wrote. Isi nya singkat, jelas, memuat semua informasi yang perlu diketahui para undangan and only that:

• Siapa yang menikah

• Anak e sopo

• Dimana & kapan akad nikahnya

• Dimana & kapan resepsinya

I don’t even plan to put the map of Masjid At-tin on the invitation, because I think please… demi masa dan zaman yang kian canggih, hari gini masa sih masih ada yang ngga tau dimana itu Masjid At-tin atau TMII. Unless you’re from Luwuk, then yeah… I’ll understand. Besides, it’s just a google-map away!

Sekarang waktunya berdo’a semoga performa vendor-vendor ini tidak mengecewakan :).

June 20, 2011

Baju Lamaran?

Filed under: Lamaran, Wardrobe — missnzl @ 6:19 pm

I honestly have no idea what to wear on my lamaran day. Ngga mau pake kebaya yang ribet apalagi pink dan berpayet2. Cuma mau sesuatu yang simple tapi manis and most importantly masih bisa dipakai untuk lari lari. *tsk, ini mau lamaran apa lari cepat sih??*

Kebaya Encim kaya gini lucu juga ya. Tapi…tapi…tapi maunya warna hijau lumut..  Zzzzz… -___-”

Pic courtesy of http://www.metrogaya.com

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.